Ihya Ulumudin - The revival of the religious ( menghidupkan kembali ilmu agama)
Maha Karya  Imam Abu hamid Al Ghozali selama berhulwat sekitar kurang lebih 10 tahun.
Disebuah rumah singgah di Yerussalem usai mengembara dari sejumlah negara seperti Makkah, Madinah, dan Mesir. 
Lokasinya berada di belakang Masjid al-Aqsha. Di sebuah ruangan, di bawah kubah rumah itu, ia menulis karya fenomenal dan monumentalnya yakni,  Ihya’ Ulum ad-Din. Pada Anad 11 Kitab ini menjadi sumbangsih berharga bagi dunia Islam, hingga saat ini.

Ialah : Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi'i (lahir di Thus, Khurasan , Persia ( kini masuk Iran ) Pada 1058 / 450 H – meninggal di Thus; 1111 / 14 Jumadil Akhir 505 H; umur 52–53 tahun) adalah seorang filsuf dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad Pertengahan

Kitab Ihya karya nya ini salah satu kitab yang aneh, karena isinya membahas Fiqih dan Tashawuf tapi menggunakan Analisa Falsafah.

Adapun eksistensi nya melewati berbagai disiplin pendidikan , seperti halnya .

Abad ke-11 Ihya masuk Negara Prancis.

Tahun 1125 Ihya diterjemahkan memakai Bahasa Prancis.

Tahun 1150 Tokoh-Tokoh Prancis mendirikan Universitas Paris .

Tahun 1160 Universitas Paris di Prancis, salah satu materi utamanya adalah Kitab Ihya.

Tahun 1166  Tokoh-Tokoh Inggris di perpustakaan Prancis menemukan Kitab Ihya yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Prancis.

Tahun 1167 Ihya diterjemahkan kedalam Bahasa Inggris. Seiring pesat nya Universitas Oxford, dan salah satu materi utamanya adalah Kitab Ihya.

Tahun 1200an Alumni Universitas Paris Prancis membuat Perdata dan Pidana (di Indonesia, Perdata bersumber dari Prancis, Pidana dari Nederland (Belanda), padahal Pidana juga bersumber dari Prancis).

Pidana dan Perdata di Indonesia bersumber dari Islam yaitu Kitab Ihya.

Hukum Positip di Indonesia baik pidana maupun perdata bersumber dari Code Civil (Prancis) dan Bugerlijk Wetsbook (BW:Belanda) yg salah satu sumber keduanya dari kitab Ihya Ulumuddin (fiqh Islam) memang pas secara logika sebab Indonesia dijajah Belanda sementara Belanda dijajah Prancis dan termasuk bahasa dunia adalah Bahasa Inggris jadi saling transformasi soal hukum dimuka bumi adalah wajar adanya.

Hanya ketentuannya saja yang berbeda, sedangkan Pasal, Bab dan Proses Verbalnya dari Islam.
Dalam Islam sudah lengkap, namun kontekstual kita sebagai muslim saja yang masih lemah. Dalam menghadapi masa transisi seperti sekarang ini tidak hanya dibutuhkan Aktualisasi kitab-kitab salaf (Kitab Kuning). Tetapi juga dibutuhkan kontekstualisasi kitab-kitab salaf

Ringkasan Taushiyah KH. Dimyati Rais Kaliwungu pada acara Haul PB.Mathlaul Anwar Linahdlatil Ulama Pusat Menes Mamanda KH Tb Ahmad Maani Rusjdi )

Axact

Alfadllu.com

Media silaturahim yang menjernihkan dan mencerdaskan, dengan informasi yang menginspirasi.

Post A Comment:

0 comments: