Cerita ini di angkat dari Beberapa Alumni Ponpes Alfadllu , yang berkesempatan sowan kepada Pengasuh KH Dimyati Rois ,

Seringkali Abah Dim , ( sapaan akrab KH Dimyati Rois ) Pengasuh Ponpes Alfadllu wal Fadlilah yang juga Mustasyar PBNU ini , dalam memberikan wejangan kepada para tamu nya , menceritakan sejarah , termasuk pengalaman pribadi seperti yang akan kami sampaikan berikut ini .

Abah terkenang disaat melakukan perjalanan ke Brebes , Tanah kelahiran nya ,untuk sebuah keperluan, dengan mengendarai Vespa PX yang di milikinya , bersama KH Kafabihi Mahrus Ali , santri nya yang asal Lirboyo , sekaligus Putra dari Guru nya yaitu KH Mahrus Ali Lirboyo .

Kisah ini menurut pengamatan penulis berkisar antara Tahun 1983 , Abah Dim memulai Cerita nya :

Mbien ditahun 80an saya ada hajat ke Brebes dan pada waktu itu saya ngajak Kafabih , saya boncengan pakai Vespa PX.
Kenang Abah .

malam itu juga saya harus pulang dari Brebes ke kaliwunggu, perjalanan malam dulu masih sepi ngak kaya sekarang .
Lanjut Abah .

sesampainya di Batang , tepatnya di panundan , rupanya jalan licin , dan juga banyak kerikil , sesuatu yang tak di inginkan terjadi .

Vespa PX yang saya kendarai oleng , sedangkan tepat didepan saya ada truk gandeng yg sedang parkir.

bruuukkkk..!

Tak terhindarkan lagi Vespa menabrak Truk Gandeng .
karena truk itu tinggi saya dan Px saya masuk kebawah roda. tapi rupanya Kafabih sudah loncat atau terpental duluan.

karna suara brukkk tadi keras, banyak orang disekitar situ berhamburan mendekat, mereka mencari barangkali terjadi korban.

Disaat mereka mencari cari , sayapun keluar dari bawah truk..orang2 kemudian memapahku masuk ke warung yg paling dekat dari TKP guna memberikan pertolongan.
Kurang lebih begitu lah Abah Dim menceritakan .

Sambil mempersilahkan Tamu untuk menikmati hidangan yang tersedia , sapaan khas Abah : "Monggo dipun kersak ke " , Abah Pun melanjutkan Kisah nya .

saya baru sadar kalau tempat yang digunakan untuk mengamankan saya ternyata ternyata sebuah warung , dan warung itu bukan warung biasa , Orang banyak menyebut nya dengan istilah remang2 dan kondisi saya baik baik saja, cuma agak gemetar karna shok.

Abah menceritakan kondisi nya saat setelah terjadinya kecelakaan . Abah lalu melanjutkan :

merekapun memberikan saya telur kampung sebagai obat penenang, dan pada saat saya selesai minum telur tersebut ,keluarlah seorang wanita dari salah satu bilik kamar warung .

Secara tidak sengaja dia memandang saya sayapun menatap dia, dan wanita itu terkaget ,karena mengenali saya , dan terlihat dia sangat malu, saya biasa saja, lalu agar suasana cair sayapun menyapa :

kok jenengan teng mriki..? Sapa Abah

Engih Abah.. karna faktor ekonomi lah saya berada disini.
Jawab wanita itu .

"Njih sampun.. jenengan nginjing kundur mawon jualan dirumah..Insyaalloh barokah.. "
Tutur Abah menasihati nya .

wanita itu semakin malu sambil makin menunduk dan menangis,

Singkat cerita saya berpamitan dan berterimakasih kepada orang2 disitu dan Kafabih pun sudah menunguiku diluar, kondisi vespa juga masih bisa saya pakai sampai kembali ke Kaliwungu .

Beberapa bulan dari peristiwa itu saya ada acara ngaji di sebuah daerah ,dan setelah ngaji selesai , diruang transit mendekatlah seorang wanita yang kemudian Mengutarakan rasa maksudnya :

Matursuwun Abah.

sambil sorot matanya ber binar2 wanita yang dulu bertemu di warung saat kecelakaan Vespa vs Truk mengutarakan rasa Terimakasih nya .

Saya membalas nya dengan tersenyum, semua Karena Allah , Pertolongan dan Hidayah itu semata mata dari Allah .

dan sampai sekarang wanita itu masih hidup istiqomah sebagai pedagang pasar yg sukses.. dia juga sering datang mengikuti istighosah Musabbiat jum'at kliwon di Kaliwungu

Di akhir cerita Abad dawuh:

Lah iyo , Gusti Alloh ko unik Banget . Arep nuduhake Hidayah ning mahluke ndadak ngorbanake aku tibo numpak PX.

Dengan Tawa Lepas Abah mengahiri kisah nya bersama Gus Kafabih.

Suatu ketika , seorang Alumni , Imanudin dari Pekalongan berjumpa KH Kafabihi , dan Kiai Kafabih pun menceritakan hal yang sama diceritakan Abah .

Dan sore kemarin betapa memandang Abah Sangat fresh , sehat wal Afiyah . Selalu kita panjatkan untuk Abah , dan semoga panjang Umur .

Yang menerima cerita ini diantara nya Syukron Temanggung .


Editor : Dhody Romeo .


#sowanjumatpon
Axact

Alfadllu.com

Media silaturahim yang menjernihkan dan mencerdaskan, dengan informasi yang menginspirasi.

Post A Comment:

1 comments: