Saat Nabi Musa melewati padang rumput, beliau melihat seorang pengembala sedang duduk bersimpuh dengan Wajah menengadah ke langit seraya berkata,
"Ya Tuhan, Dimana Engkau berada, agar aku bisa menjahitkan pakaian-Mu, membuatkan pembaringan untuk-Mu, menisikkan kaus kaki-Mu, menyisir rambut-Mu, dan membawakan susu untuk Kau minum?

Nabi Musa mendekat dan bertanya, " kepada siapakah engkau berbicara?"
" Kepada yg telah menciptakan kita. Satu-satunya yg menguasai siang dan malam, bumi dan langit."

Nabi Musa marah sekali mendengar jawaban sipengembala.
"Guooblok sekali kamu !!, berani-beraninya berbicara seperti itu kepada Tuhan.
Memangnya Tuhan yang maha kuasa itu seperti manusia ? mengenakan baju, pake sepatu, tidur sampai butuh kasur, kau tawari susu seperti Bayi agar Dia bisa tumbuh?, Dasar Tolol kamu ! Ucapanmu itu mengina dan meracuni cakrawala.  Awas, Jangan sekali- kali kau ulangi ucapan itu !  Kalau tidak, yang maha kuasa akan menghukum seluruh umat manusia atas dosa. !, sudahlah kalau gak ngerti cara berdoa' lebih baik DIAM, kemudian segeralah bertobat !!

Sang pengembala yg lugu tak mahamami bahwa yg dikatakannya kepada Tuhan ternyata begitu kasar, sangat menyesali kebodohannya dan tak kuasa menahan tangis. Dia berkata kepada Nabi Musa, " Terima kasih, Engkau telah menerangi jiwaku, aku emang goblok, aku berjanji mulai sekarang mulutku akan terkatup." Lalu di iringi deraian air mata sang pengembala-pun lari menuju gurun.

Merasa bangga karena telah berhasil meluruskan jiwa yg salah, Nabi musa pun melanjutkan perjalanan..  dalam perjalanan Allah Swt menegurnya.
" Hai Musa.. Kenapa kau mengusik-Ku dan Hamba setiaku? Mengapa kau pisahkan pecinta dari kekasihnya? Aku mengutusmu sebagi Nabi supaya menyatukan satu sama yg lain, bukan merusak ikatannya."
Nabi musa mendengarkan firman surgawi dengan rendah hati.

" Musa, Aku tidak menciptakan dunia ini dengan tujuan memperoleh keuntungan darinya, penciptaan adalah demi keuntungan yg di ciptakan. Aku tak butuh pujian dan sanjungan, yang menyanjunglah yg akan mendapat keuntungan.
Ingatlah ! Dalam cinta, kata-kata bukan sekedar omong kosong nirmakna. Aku tak peduli dengan keindahan ucapan atau susunan kalimat. Aku hanya melihat keinginan hati yang terdalam. Dengan cara itulah Aku mengetahui ketulusan ciptaan-Ku, meskipun kata-katanya tak berseni. Mereka yg terikat oleh kesopanan tidak sama dengan mereka yg terikat dalam cinta."

Allah Swt mengajarkan kepada Nabi Musa rahasia - rahasia cinta, setelah menyesali semburan amarahnya tadi. Maka Nabi Musa-pun bergegas mencari si Pengembala untuk meminta maaf.

Berhari-hari Nabi Musa berkelana dipadang rumput dan gurun, bertanya kepada setiap orang tentang keberadaan si Pengembala. Setiap orang yg ditemui menunjukkan arah yg berbeda-beda. Pencarian yang melelahkan, namun akhirnya Musa melih si pengembala sedang duduk didekat sebuah mata Air, pakaiannya compang-camping. Ia sedang bermeditasi dan tidak memperdulikan Nabi Musa yang menunggu cukup lama.
Saat si Pengembala mengangkat wajahnya, Nabi Musa pun berkata..

" Aku punya pesan penting untukmu, Tuhan telah berfirman bahwa tidak diperlukan etika ketika berbicara dengan Tuhan. Engkau bebas berbincang dengan-Nya dengan cara apa-pun sesukamu, dengan kata-kata pilihanmu.

Sang Pengembala menjawab dengan sederhana,
" Aku telah melampaui tahapan kata-kata dan ucapan. Hatiku sekarang diterangi kehadiran-Nya. Tak ada kata-kata yang dapat melukiskannya. Sang Pengembala kemudian bangkit dan meninggalkan nabi Musa.

Nabi Musa menatap sosok pengembala hingga lenyap dari pandangan, mengagumi pelajaran yang baru diterimanya dari seorang Pemuja yg lugu dan tak berpendidikan.

Intaha......

Ditulis Oleh Ibnu Amir Al Jaelani Karawang 
Axact

Alfadllu.com

Media silaturahim yang menjernihkan dan mencerdaskan, dengan informasi yang menginspirasi.

Post A Comment:

0 comments: