Ojo Ngerasani Guru mu senajan Guru mu ndue khilaf 
dan Paksalah Dirimu bersikap dan berahlaq sebaik mungkin pada gurumu meskipun itu berat .

Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan seorang murid yang tak menjaga akhlak pada gurunya, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali
padanya .


"TA'DZIM PADA GURU ITU BUKAN MASALAH MANA YG BENAR DAN MANA YG SALAH SELAMA TIDAK BERTENTANGAN DG SYARI'AH"

Imam ibnu malik berkata:

"KITAB ALFIYAHKU INI LEBIH UNGGUL DARI KITAB IMAM IBNU MU'THI"

Apa yg dikatakan Imam ibnu malik adalah fakta kebenaran yg tak terbantahkan, namun apa yg trjadi saat kata2nya ditujukan utk ulama yg lebih sepuh?

sekelumit kisah IMAM IBNU MALIK:
beliau berkata:

ﻭَﺗَﻘْﺘَﻀِﻲ ﺭِﺿَﺎً ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺳُﺨْﻂِ ¤ ﻓَـﺎﺋِﻘَﺔً ﺃَﻟْﻔِــــﻴَّﺔَ ﺍﺑْﻦِ ﻣُﻌْﻄِﻲ

(Kitab ini menuntut kerelaan tanpa kemarahan, melebihi kitab Alfiyah-nya Ibnu Mu’thi)

Sampai di sini Ibnu Malik hendak menjelaskan kepada pembaca bahwa kitabnya lebih unggul dan komprhensif dari kitab karya ulama sebelumnya, yakni Yahya ibn Abdil Mu’thî ibn Abdin Nur Az-Zawâwi al-Maghribi atau Ibnu Mu'thi.

Dalam kitab Hasyiyah al-'Allâmah Ibnu Hamdûn 'ala Syarhil Makûdî li Alfiyati ibn Mâlik dikisahkan, setelah itu Ibnu Malik meneruskannya dengan bait:

ﻓَﺎﺋِﻘَﺔً ﻟَﻬَﺎ ﺑِﺄَﻟْﻒِ ﺑَﻴْﺖٍ ¤ ............... .
(Mengunggulinya [karya Ibnu Mu’thi] dengan seribu bait,…....)

Belum sempurna bait ini dibuat, tiba-tiba saja Imam Ibnu Malik terhenti. Inspirasinya lenyap, tak mampu menulis apa yang hendak dilanjutkan. Suasana pikiran kosong semacam ini bahkan berlangsung sampai beberapa hari. Hingga kemudian ia bertemu seseorang dalam mimpi.

“Aku mendengar kau sedang mengarang Alfiyah tentang ilmu nahwu?”
“Betul,” sahut Ibnu Malik.
“Sampai di mana?”
“Fâiqatan lahâ bi alfi baitin…”
“Apa yang membuatmu berhenti menuntaskan bait ini?”
“Aku lesu tak berdaya selama beberapa hari,” jawabnya lagi.
Kau ingin menuntaskannya?”
“Ya.”
Lalu orang dalam mimpi itu menyambung bait

 ﻓَﺎﺋِﻘَﺔً ﻟَﻬَﺎ ﺑِﺄَﻟْﻒِ ﺑَﻴْﺖٍ

yang terpotong dengan

 ﻭَ ﺍْﻟﺤَﻲُّ ﻗَﺪْ ﻳَﻐْﻠِﺐُ ﺃَﻟْﻒَ ﻣَﻴِّﺖٍ

(Orang hidup memang terkadang bisa menaklukkan seribu orang mati). 

Terang saja, orang hidup meski cuma seorang dijamin sanggup mengalahkan berapa pun banyaknya orang yang tak punya kuasa pembelaan lantaran sudah mati.

Kalimat ini merupakan sindiran kepada Ibnu Malik atas rasa bangganya terhadap kitabAlfiyah yang dianggap lebih bagus dari pengarang sebelumnya yang sudah wafat. Sebuah tamparan keras menghantam perasaan sang pengarang Alfiyah
Segera Ibnu Malik mengonfirmasi,

Apakah kau Ibnu Mu’thi?”
“Betul.”

Ibnu Malik insaf dan malu luar biasa. Pagi harinya seketika ia membuang potongan bait yang belum tuntas itu dan menggantinya dengan dua bait muqaddimah yang lebih sempurna:

ﻭَﻫْﻮَ ﺑِﺴَﺒْﻖٍ ﺣَﺎﺋِﺰٌ ﺗَﻔْﻀِﻴْﻼً ¤ ﻣُﺴْـﺘَﻮْﺟِﺐٌ ﺛَﻨَﺎﺋِﻲَ ﺍﻟْﺠَﻤِﻴْﻼَ
(Beliau [Ibnu Mu’thi] lebih istimewa karena lebih awal. Beliau berhak atas sanjunganku yang indah)

ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻘْﻀِﻲ ﺑِﻬِﺒَـﺎﺕٍ ﻭَﺍﻓِﺮَﻩْ ¤ ﻟِﻲ ﻭَﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺩَﺭَﺟَﺎﺕِ ﺍﻵﺧِﺮَﻩْ

(Semoga Allah melimpahkan karunianya yang luas untukku dan untuk beliau pada derajat-derajat tinggi akhirat)

Uraian Ibnu Malik dalam Alfiyah-nya mungkin lebih lengkap dan detail dari karya Ibnu Mu’thi, tapi karya pendahulu tetap lebih penting karena memberi dasar-dasar rintisan bagi karangan ulama berikutnya.

Dalam sebuah hadits disebutkan: ﺍﺑﺂﺀﻛﻢ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﺑﻨﺂﺀﻛﻢ ﺍﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ

(para pendahulu [pelopor] lebih baik dari generasi sesudahnya sampai hari qiyamah)

Semoga kita semua mampu mencontoh para masyayikh kita dalam adab ta'dzim dan ke tawadlu' anya.
amin..



#angkatan_96' Farichin , Gemuh, Kendal .

Mustahiq : Gus Ma'shum Gresik dan Kyai Ismail Gresik

Axact

Alfadllu.com

Media silaturahim yang menjernihkan dan mencerdaskan, dengan informasi yang menginspirasi.

Post A Comment:

0 comments: