KH Dr (Hc) MA SAHAL MAHFUDH
Kajen Pati Indonesia dan AL MUSNIDUD DUNYA ABUL FAIDH YASIN IBN ISA AL FADANI Makkah Saudi Arabia

Di mata santri-santri beliau, hubungan Mbah Sahal dengan Syaikh Yasin adalah hubungan yang melegenda, Dimulai dari inisiatif Mbah Sahal saat masih mondok di Sarang untuk melakukan murasalah (saling berkirim surat) kepada Syaikh Yasin.

Surat-surat berbahasa Arab berisi masalah-masalah keilmuan itu menjadi diskusi jarak jauh antara beliau berdua sebagai guru dan murid.

Mbah Sahal sangat mengagumi dan menghormati Syaikh Yasin, sebaliknya Syaikh Yasin sangat menyayangi dan melihat kealiman Mbah Sahal muda.

Hubungan itu berlangsung bertahun-tahun tanpa pernah beliau berdua bertemu. Hingga suatu ketika, saat Mbah Sahal akan berangkat melaksanakan ibadah haji yang pertama, beliau mengabarkan hal itu kepada Syaikh Yasin.

Singkat cerita, Syaikh Yasin telah menjemput beliau di pelabuhan sebelum kapal yang mengangkut jamaah termasuk Mbah Sahal merapat.

Saya dan santri lainnya suka membayangkan betapa dramatisnya perjumpaan pertama beliau berdua. Apalagi –sebagaimana pernah Mbah Sahal tuturkan—setelah meyakinkan bahwa yang di hadapannya adalah benar-benar Mbah Sahal, maka Syaikh Yasin segera mengajak beliau mencari tempat yang kondusif.

Di tempat itulah Syaikh Yasin meriwayatkan hadits yang hanya sah bila diriwayatkan oleh guru kepada murid saat perjumpaan pertama mereka. Hadits ini disebut Musalsal bi al Awwaliyah.

Jika kesempatan pertama seperti itu dilewatkan maka kesempatan yang sama tidak akan pernah terulang selamanya, Musalsal adalah jenis hadits yang tata cara yang menyertai periwayatannya sama persis sejak dari Rasulullah hingga perawi terakhir, Dan kelak –tidak hanya Musalsal- Syaikh Yasin juga meng-ijazah-kan semua sanad beliau kepada Mbah Sahal secara mutlak fi jami’ al funun wa  jami’ al kutub (semua bidang ilmu dan semua macam kitab, baik kitab karya Syaikh Yasin sendiri maupun bukan).

Beberapa hadits Musalsal beliau sampaikan juga kepada setiap calon lulusan kelas III Aliyah PIM, dimana beliau duduk sebagai Direktur hingga akhir hayat. Kepada calon lulusan putra (mutakharrijin) Musalsal beliau riwayatkan langsung, sedangkan kepada calon lulusan putri (mutakharijat) beliau riwayatkan melalui Mbah Nyai Hj Nafisah Sahal. Demikian ini jika dalam meriwayatkan Musalasal tersebut terdapat kontak fisik, misalnya Musalsal bi al Mushafahah (berjabat tangan) dan Musalsal bi al Musyabakah (ngapurancang/saling menggenggam jari-jemari). Sedangkan Musalsal yang tidak memerlukan kontak fisik, beliau sampaikan langsung kepada putra dan putri, misalnya Musalsal bi al Mahabbah (rasa sayang) dan bi qiraah Ayatal Kursi (membaca ayat Kursi usai shalat).
Foto Mbah Sahal 

Foto Syeikh Yasin di Ponpes Futuhiyah Mranggen Demak 

...

Pati, 19 Oktober 2017
Umar Farouq Marsuchin


Tulisan nya secara lengkap pada Facebook : 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10211047695735374&id=1444772836



Axact

Alfadllu.com

Media silaturahim yang menjernihkan dan mencerdaskan, dengan informasi yang menginspirasi.

Post A Comment:

0 comments: