Kyai Soleh Darat Semarang putra Kyai Umar sang penerus estafet komando perjuangannya melawan penjajahan belanda, langkah awalnya dengan perlawan kultural dengan menanamkan faham kecintaannya pada tanah air dan perlawanannya kepada penjajah belanda ditanamkan kepada para murid sebagaimana termaktub dalam Majmu atus syariah al kafiyah lil awam hal 24-25 "   lan harom ingatase wong Islam nyerupani penganggane wong liyo agomo Islam (kaum penjajah belanda) senadya atine ora demen,sopo wonge nganggo penganggone liyane ahli Islam (klambi,jas,utowo topi utowo dasi moko dadi murtad rusak Islame senadyan atine ora demen al hasil harom dosa gede ingatase ahli Islam tiru tingkah polahahe liyane ahli islam (kaum penjajah belanda)  ingdalem penganggo atowo tingkah polahe mangan senadyana atine ora demen, yen atine demen moko sakhal dadi murtad" ajaran inilah yang kemudian menginspirasi salah satu murid Hadrotus Syekh Hasyim Asy ari mengeluarkan Fatwa Resolusi Jihad tgl 22 oktober 1945 yang puncaknya gelora perlanan mengusir kaum penjajah asing (,belanda,jepang,nica,) di surabaya dan beberapa tanah air
 Peristiwa ini disurabaya dikenal "perlawanan arek-arek surabaya dimotori Bung Tomo" yg kemudian dijadikan hari pahlawan.


__________
Disarikan oleh : Gustiyanto
Axact

Alfadllu.com

Media silaturahim yang menjernihkan dan mencerdaskan, dengan informasi yang menginspirasi.

Post A Comment:

0 comments: