Sejak awal bermain sepak bola, Rafli memang bermain di posisi striker. Ia terinspirasi Luis Suarez, penyerang idolanya. Tentu, bukan terinspirasi "gaya mengigit" yang sempat menghebohkan dunia sepak bola internasional yang diperagakan striker Barcelona tersebut. "Saya suka gaya mainnya ketika di depan gawang lawan. Ia seperti predator," ucap Rafli.

Namun, ada hal lain yang jadi inspirasi besar dalam kariernya di dunia sepak bola yang baru seumur jagung. Inspirasi itu adalah sang ayah. Rafli lahir dari pasangan ayah yang berdarah Bugis dan ibu berdarah Minang. Sebelum menetap dan membuka usaha di Tangerang, ayah Rafli, Rizal Kulle, tinggal di Makassar.

Semasa muda Rizal Kulle bermain untuk PSM Junior. Rafli menceritakan bila sang ayah punya ambisi jadi pesepak bola. Hingga insiden kebakaran rumah memaksa Rizal Kulle meninggalkan Kota Daeng dan merantau ke Tangerang. Imbasnya, Rizal Kulle terpaksa meninggalkan dunia sepak bola. "Bisa dibilang sekarang saya berjuang untuk meneruskan ambisi ayah jadi pemain bola. Makanya, ayah dan ibu mendukung penuh saya bermain bola. Mereka ingin melihat saya sukses di bidang ini," kata Rafli yang mengikuti ujian UN SMA dalam masa TC di Cijantung itu.

Saat ini, pemain kelahiran Tangerang, 5 Maret 1999, fokus membela Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-18 2017 dan mungkin nanti di kualifikasi Piala AFC U-19 2018 serta Piala AFC U-19 2018.

Namun, ada secuil keinginan, selepas ini striker Timnas Indonesia U-19 ini bisa gabung klub-klub profesional di Indonesia atau bahkan di luar negeri. "Ya kalau keinginan sih, pingin main di Persija atau PSM. Semoga saja bisa," kata Rafli.
-
Sumber : Bola.com via @timnasindonesiamedia
#pesantrenstory
Axact

Alfadllu.com

Media silaturahim yang menjernihkan dan mencerdaskan, dengan informasi yang menginspirasi.

Post A Comment:

0 comments: