Semarang - Panitia Liga Santri Nusantara (LSN) Region 1 Jawa Tengah menyelengarakan Manager Meeting untuk menjelaskan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak dan juknis) terkait pelaksanaan LSN di Hotel Metro Semarang, Minggu (27/8/17).

 Setelah Kementerian Pemuda Olah Raga secara resmi meluncurkan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, ribuan santri diberbagai wilayah yang sudah mendaftar dipanitia LSN menggelar kick-off.

Demikian juga santri-santri Jawa Tengah yang menyambut baik dan menggelar Manager Meeting Liga Santri Nasional Region 1 Jawa Tengah (27/08/17) di Hotel New Metro Semarang jelang kick off 3 September mendatang.

Laga Kick Off Minggu, tanggal 3 September 2017 ini merupakan saat yang ditunggu, karena rencananya akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) H. Imam Nahrawi, Ketum RMI KH Abdul Ghofar Rozin dan juga Inspirator LSN H. Abdul Muhaimin Iskandar. Hal ini disampaikan oleh Ali, salah satu Anggota Panpel dari PP Alfadlu Kaliwungu, Kendal.

"Kami merasa senang dan bangga, karena kick off Region 1 LSN Region 1 Jateng akan dihadiri pak Menteri Imam Nahrowi, Gus Rozin dan Cak Imin", ungkap Ali.

LSN Region 1 memperebutkan Trophy Region Gus Alam Cup, di Lapangan Garuda Srogo Brangsong Kendal. Gus Alam berharap akan muncul bibit-bibit baru dari pesantren yang menambah gairah sepak bola di tanah air.

"Sebenarnya santri itu tidak kalah jauh soal sepak bola, semoga dengan adanya LSN ini bisa muncul bibit baru dari pesantren yang handal dan layak untuk ikut mewarnai sepak bola nasional", harap Gus Alam yang merupakan Anggota DPR RI Dapil Jateng 1.

Liga Santri Nusantara adalah sebuah kompetisi sepak bola yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) yang berada di bawah naungan NU dan bekerjasama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga.

LSN diadakan khusus untuk pesantren-pesantren yang ada di bawah RMI. Tujuan dari diselenggarakannya LSN karena di pesantren-pesantren juga terdapat bakat-bakat pesepak bola hebat yang perlu dibina dan dikembangkan.

Koordinator LSN Region Jawa Tengah, Fahsin M Fa’al, menjelaskan bahwa dalam berkompetisi harus mengedepankan sportifitas yang berdasarkan pada regulasi.

“Sportifitas harus ditegakkan, tentunya dengan mengacu kepada regulasi resmi yang ditetapkan FIFA,” katanya.

LSN sendiri sudah diselenggarakan sejak tahun 2015, yang berarti sudah tiga tahun berturut-turut hingga tahun 2017 ini. LSN diselenggarakan secara nasional dari Sabang sampai Meraoke.

Tahun 2016 LSN mampu melahirkan seorang bintang bernama Muhammad Raffly yang mampu menembus skuad timnas U-19 asuhan Indra Syafri. Muhammad Rafly adalah peserta LSN 2016 asal Bantaeng Sulawesi Tenggara.

“LSN Sudah berhasil melahirkan satu pemain untuk timnas U-19, mudah-mudahan tahun ini akan lebih banyak lagi bakat-bakat santri yang bermunculan,” papar Fahsin.

Dalam Manager Meeting kali ini panitia LSN mensosialisasikan  beberapa penyempurnaan regulasi dalam pelaksanaan. Tujuannya untuk meningkatkan profesionalitas peserta dan penyusunan database pemain agar  terpantau langsung oleh PSSI.

Menurut Ketua Pelaksana Kompetisi LSN Regional Jateng 1, Shahuddin Al-Ahmadi, tahun depan akan merekomendasikan LSN bisa berada di bawah naungan PSSI agar bakat para santri terpantau langsung.

“Mudah-mudahan usulan kita diterima PSSI, sekarang saatnya santri membuktikan bakat sepakbola mereka”, kata Sholahudin.

Peserta LSN Regional Jateng 1 ada 32 tim. Sementara keseluruhan peserta di Provinsi Jawa Tengah ada 150 peserta. Sedangkan di seluruh Indonesia ada sekitar 3000 peserta. “Mudah-mudahan banyaknya peserta tahun ini diiringi dengan peningkatan bakat yang muncul,” harapnya.

LSN Regional Jateng 1 akan dimulai pada Minggu tanggal 3 September 2017 di lapangan Desa Srogo Kecamatan Bransong Kabupaten Kendal. Tendangan bola pertama akan dilakukan oleh Menpora Imam Nahrawi sekaligus sebagai pembukaan acara.
Axact

Alfadllu.com

Media silaturahim yang menjernihkan dan mencerdaskan, dengan informasi yang menginspirasi.

Post A Comment:

0 comments: