Al Imam Kholil Al Farohidi ulama yang membidangi Ilmu nahwu , di samping juga 'Allaamah pada fan ilmu lain nya , mempunyai Murid yang istimewa kecerdasan dan pekerti nya , hingga semua ilmu yang di miliki Imam Kholil habis semua di serap oleh murid nya ini yaitu Imam Sibaweh yang dikemudian hari menjadi Ulama yang menjadi madzhab pada Fan Nahwu ,
Bukan hanya ilmu nya yang habis , populer nya pun di bawa oleh Sibaweh , hingga murid imam Kholil habis , karena semua ngaji pada Imam Sibaweh .
Hal ini menjadi kebesaran hati Imam Kholil , kepada Sang Kholiq , ini adalah tanda bahwa ilmu nya bermanfaat , semua yang telah dipelajari semua telah di ajarkan kembali ,
Beginilah sikap yang seharusnya nya , Ulama Akhirat , tidak malah berebut pengaruh , apalagi merasa disaingi oleh murid nya , tidak ada ! Imam Kholil tidak lah demikian .
Justru keberhasilan dan ke manfaatkan murid nya menjadi tolak ukur keberhasilan sang Guru , bahkan sampai santri nya habis karena memilih menjadi santri murid nya .
Ringan lah tugas
Kesuksesan tak beda jauh dengan kekosongan ,ke hamparan seperti yang di alami oleh Imam Kholil .
Akan tetapi fitrah manusia adalah " anfa'ukum Lin Naas"
Maka imam Kholil tidak berdiam diri ,menikmati keberhasilan ,
Namun Imam Kholil ber innovasi , berkreasi , menciptakan sesuatu yang bisa di berikan kepada manusia , karena untuk mengajar semua sudah terbang habis oleh imam Sibaweh murid nya sendiri .
Semangat ini diwujudkan dengan anugrah Allah kepada nya dengan mencetuskan satu fan ilmu , yang tak pernah ada sebelumnya , yang juga sangat besar manfaat nya .
Terciptalah sebuah disiplin ilmu tentang syair , betapa pada masa itu , Syu'aro mempunyai status sosial yang setara dg pejabat tinggi negara , sastra di agungkan , para sastrawan lah yang punya pengaruh dalam mengatur kenegaraan , Bukan DPR atau pejabat sprt pada masa sekarang .
Al Qur'an di turunkan dengan Sastra yang agung , bahkan tiada ke agungan sastra yang melebihi Alquran , akan tetapi , perlu ditegaskan bahwa Alquran itu bukan syair , Pembawa nya Nabi Muhammad bukan penyair ,karena Beliau Nabiyyil Ummiyyi .

Melihat perkembangan ini , Imam Kholil bergegas untuk merangkai sebuah kajian ilmiah yang kemudian lahirlah ilmu yang bernama "ARUDH"

Ilmu tentang syair , yang mencakup tentang wazan wazan syair , Bahar bahar nya , qofiah, bait , syatar , dan lain sebagainya , untuk mengetahui ke abshan dan ke fasadan syair
Dan yang terpenting adalah untuk membuktikan bahwa Alquran bukanlah syair , Muhammad Bukan penyair ,  Alquran Kalamullah Haq.

Dikemudian hari hingga kini ilmu arudh terus berkembang dan digunakan hingga sekarang ,  tiada kyai yang memiliki ilmu sempurna kecuali menguasai ilmu ARUDH ,
Tarohlah sekarang ulama sepuh Jawa tengah semuanya menguasai , seperti : Gus Mus , Mbah Mun , Habib Lutfi , Mbah Dim , tak ada yang lepas dari menguasai ilmu yang dicetuskan oleh Al imam Kholil alfarohidi ini .

Bahkan ulama sebelumnya spt Mbah Sahal , Mbah Fadhol Senori , Mbah Mahrus Ali sampai kepada Hadrotus Syeikh Hasyim Asy'ari pun menguasai , karena kesempurnaan daripada ilmu alat setelah Nahwu ,Shorof ,Ma'ani wal Bahan , Mantiq , Balagoh adalah ilmu arudh .

Imam Sibaweh boleh jadi menguasai zaman itu dengan menjadi  pemimpin Ulama Bashroh , dalam penguasaan ilmu nahwu , dg gelar Alimu Zamanihi , Faridhu ashrihi , akan tetapi sebesar apapun pengaruh imam Sibaweh , tetaplah murid dari imam Kholil ,
Sedangkan Imam Kholil meski pengikutnya pada kabur semua pad asaat itu karena kalah pengaruh dg imam Sibaweh ,tetapi karya cipta nya , penemuan nya , yang layak ,bahkan sangat layak utk mendapat gelar Profesor Doktor terus mengalir kemanfaatannya sepanjang masa .
Imam Kholil bukanlah ulama sembarangan yang dikalahkan murid nya ,. Nama besar nya tetap menggema , dengan kerelaan kehilangan murid dan pengaruhnya yang hanya sesaat untuk kebahagiaan dan ridho Dzat yang punya akhirat

Kaliwungu Kamis 14 September 2017
Ali Nahdhodin
Next
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.
Axact

Alfadllu.com

Media silaturahim yang menjernihkan dan mencerdaskan, dengan informasi yang menginspirasi.

Post A Comment:

0 comments: