Kiai Said: Beruntung Indonesia Punya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari

JAKARTA- Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj mengatakan peran pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam peradaban kebangsaan sangat besar. Dalam perjalanan ditengah kebangkrutan sistem khilafah, Mbah Hasyim menawarkan pemikiran visioner yakni menggabungkan islam dan nasionalisme.

“Ditengah kebangkrutan khalifah ada ulama besar yang mempunyai pemikiran visioner dan orisinil yakni Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang menawarkan ideologi nasionalisme. Sementara di Timur Tengah ulama bermimpi membangun kembali khilafah seperti Albana, Yusuf Qurtubi, namun realistis khilafah sudah kadarluasa, dipimpin satu khalifah itu mimpi,” ujar KH. Said Aqil Siroj saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Harlah NU ke-90 dan PSNU Pagar Nusa ke-30 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (30/01) malam.

Waktu itu, lanjut Kiai Said terjadi pergolakan diantara aktifis Timur Tengah. Pada akhirnya aktifis politik Timur Tengah menerima konsep ideologi nasionalisme. “Sementara kaum ulama tidak ada yang membela kaum nasionalisme,” imbuhnya.

Kiai Said mengatakan saat terjadi kondisi seperti itu disayangkan yang membawa ideologi gerakan nasionalisme di jazirah arab tidak ada yang dari unsur ulama. “Semua dari unsur sekuler yang mendirikan partai nasionalisme di Timur Tengah dampaknya sampai sekarang terjadi benturan kaum ulama dan nasionalisme,” tuturnya.

Di Indonesia, ia menambahkan patut disyukuri ada ulama sebesar Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Beliau, lanjutnya mampu mensinergikan antara islam dan nasionalisme yang menghasilkan konsep islam wathoniyah.

“Islam tidak akan kuat kalau tidak didukung nasionalisme dan nasionalisme tidak akan bermakna tanpa agama terutama islam. Maka di Indonesia berbeda dengan Timur Tengah. Sampai Mbah hasyim membuat qoul hubbul wathon minal iman (Cinta bangsa sebagian dari iman),” imbuh Kiai Said.

Maka dari itu, Kiai Said mengingatkan harus waspada ditengah kondisi bangsa yang disusupi kelompok yang ingin membangkitkan sistem khilafah yang sudah kadarluasa. “Maka kita dukung harus dicabut situs-situs berbau radikal untuk pencegahan,” pungkasnya.

Sementara Plt. Ketua Umum PSNU Pagar Nusa Ajengan Mimih Haeruman meminta pemerintah tidak hanya menunggu laporan dari rakyat saat ada masalah radikalisme. “Pemerintah harus pro aktif harus datang ke rakyat,” tutur Aj. Mimih.

Acara peringatan Harlah NU ke-90 dan PSNU Pagar Nusa ke-30 diramaikan pagelaran wayang santri dengan dalang Ki Enthus Suswono yang juga Bupati Kabupaten Tegal. Wayang santri yang dimainkan dengan lakon ‘Gerbang Wijaya Kusuma’. Tampak pecinta wayang meluber hingga jalan kramat raya.
Nuqila min @seputarNU
Axact

Alfadllu.com

Media silaturahim yang menjernihkan dan mencerdaskan, dengan informasi yang menginspirasi.

Post A Comment:

0 comments: